“Menghasilkan pemimpin yang jujur, adil serta bertanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahannya sesuai dengan harapan kita semua,” tuturnya.
Sabil juga menyangkan tidak hadirnya narasumber dari Kapolda Sulteng dan Danrem 132/Tadulako yang merupakan organ penting dalam pelaksanaan Pilkada.
Kesempatan yang sama Ketua Umum LS-ADI Ruly S. Alim, mengatakan
LS-ADI selalu digarda terdepan mewakafkan diri menjadi relawan demokrasi, agar pelaksanaan pilkada tidak menimbulkan konflik.
“Kita semua melaksanakannya dengan tidak menggunakan isu-isu yang dapat membuat hubungan kita menjadi renggang sehingga menimbulkan konflik. Tentunya kalau kita semua menjadi relawan para calon, kita semua akan menjadi pemain pada isu-isu yang mungkin dimainkan,” ungkap Ruly.
Ia berharap semua elemen masyarakat menjadi relawan demokrasi di Indonesia.
“Saya mengharapkan kepada kita semua jadilah relawan untuk memperbaiki demokrasi di Indonesia. Sebab kita semua tahu terlalu banyak hal-hal berpotensi merusak dari pada jalannya penerapan demokrasi yang ada di negara kita ini terkhusus Sulteng,” katanya. [*]






