JAMAN Sulteng Soroti Buruknya Kualitas SPAM Desa Tampiala, Kabupaten Tolitoli

oleh -
oleh
Pipa SPAM desa Tampiala tidak di tanam dan terlihat dipermukaan tanah. Foto: PasRakyat.com

Berdasarkan informasi yang diperoleh PosRakyat.com diketahui Hendrik Pangalila atau sering di panggilan Wada ini adalah salah satu kontraktor yang beralamat di kota Tolitoli, dan diketahui juga banyak mengerjakan proyek khususnya di kabupaten Tolitoli.

Sementara, Anwar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek SPAM desa Tampiala dan mantan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR kabupaten Tolitoli, saat dikonfirmasi beberapa hari lalu terkait PHO pembangunan SPAM tersebut terkesan menutupi informasi.

Sebelumnya, kepada PosRakyat.com Anwar juga pernah mengakui kualitas buruk galian pipa yang tidak mencapai kedalaman 30 centimeter dan pihaknya kala itu berjanji akan menegur kontraktornya agar bersedia memperbaiki kembali, namun faktanya perbaikan tersebut tidak dilakukan sepenuhnya.***

Terlihat kerusakan aspal jalan akibat galian pipa, dan parahnya dibiarkan begitu saja tanpa dilakukan perbaikan kembali oleh pihak kontraktor pembangunan broncapterin SPAM desa Tampiala. Foto: PosRakyat.com
Terlihat intake SPAM desa Tampiala tertimbun pasir menyebabkan air tidak dapat mengalir ke bak penampung. Kondisi ini dibiarkan saja tanpa ada upaya perbaikan dari kontraktor pelaksana. Foto: PosRakyat.com

Penulis: ZF