Baca Juga: Belum Rampung, Kejari Tolitoli Periksa Proyek Pasar Galumpang yang Bersumber dari APBN
Lebih jauh, Gubernur menyoroti perlunya pemikiran luar biasa dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini. Ia mendorong seluruh pejabat untuk berpikir out of the box, membuat lompatan pemikiran, dan menunjukkan kepemimpinan yang kuat di setiap perangkat daerah.
“Saya ingin kalian semua menjadi gubernur di dinas masing-masing. Pahami pola pikir kami. Fokus, sederhana, dan terukur. Kalau semua bisa begitu, saya dan Ibu Wagub bisa santai,” ucapnya sambil tersenyum.
Proses job fit ini, lanjut Gubernur, bukan hanya untuk mengisi jabatan yang kosong, tetapi juga untuk melihat kembali kecocokan antara visi misi pimpinan daerah dengan potensi dan kinerja pejabat saat ini. Hasil dari proses ini akan menjadi pertimbangan dalam pelantikan pejabat, dan bahkan bisa berujung pada pelelangan jabatan secara terbuka jika tidak ditemukan kecocokan internal.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur kembali menegaskan pentingnya orientasi pada hasil yang nyata, dengan indikator yang terukur secara kuantitatif.
“Berapa volume yang bisa dicapai, berapa uang yang bisa beredar, itulah ukuran keberhasilan. Jangan lagi berpikir biasa-biasa saja. Saya cari orang yang luar biasa,” ujarnya.
Sebanyak 50 pejabat mengikuti uji kompetensi dan evaluasi kinerja (job fit) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Peserta terdiri dari 45 pejabat pimpinan tinggi pratama dari lingkup provinsi, serta 5 orang dari kabupaten dan kota, masing-masing berasal dari Kabupaten Morowali 2 orang, Kabupaten Sigi 1 orang, dan Kota Palu 2 orang.
Pelaksanaan job fit ini dipimpin oleh panitia seleksi yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, MM. Panitia juga melibatkan empat anggota lainnya, yaitu Ahmad Husin Tambunan dari Itjen Kemendagri, serta tiga akademisi dari Universitas Tadulako, yakni Prof. Dr. Djayani Nurdin, Prof. Dr. H. Slamet Riadi Cante, dan Dr. Surahman. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan karier serta penyesuaian posisi strategis di lingkup pejabat eselon II.






