Oleh karena itu, ia menekankan bahwa demokrasi Indonesia justru diuntungkan jika oligarki saling berkelahi.
“Jadi demokrasi itu diuntungkan kalau mereka berkelahi bukan bersekongkol, berkelahi dalam pengertian idenya bertentangan, interest-nya bertentangan,” kata Burhanuddin.
Salah satu buktinya adalah gagalnya wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden direalisasikan.
“Nah ada secercah harapan dalam kasus gagalnya penundaan Pemilu, di mana kepentingan oligarki lagi-lagi tidak sama,” ucap Burhanudin.
“Ini menjelaskan mengapa kemudian ide tentang penundaan atau tiga periode gagal, karena tidak ada kesamaan terkait dengan apakah masa pemerintahan Pak Jokowi harus diperpanjang atau tidak,” tuturnya menambahkan.
Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa ada kepentingan ekonomi-politik ditambah nilai demokrasi yang berbeda di antara para oligarki.
“Ada kelompok di sekitar Pak Jokowi yang sangat agresif untuk mengusung ini tapi lupa bahwa pemerintahan ini bukan hanya dia yang punya, ada banyak kepentingan lain yang mungkin berseberangan,” ujarnya.
“Dan karena mereka berkelahi dalam soal isu ini, publik bisa mendesakkan agenda supaya stop terkait dengan wacana penundaan atau tiga periode,” kata Burhanuddin Muhtadi menambahkan, yang dikutip dari kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored, Jumat, 29 April 2022.***






