Menurutnya, dari laporan kepolisian, kerusuhan tersebut bermula dari tuntutan ratusan karyawan yang meminta perpanjangan kontrak kepada perusahaan PT GNI. Selain itu juga diajukan sejumlah tuntutan lainnya.
Karena tidak ada kesepakatan dengan pihak perusahaan, karyawan pun mogok kerja.
Aksi yang dilakukan pada Sabtu, 14 Januari 2023 pagi kemudian berlanjut malam hari, bahkan mulai mengarah ke tindakan anarkis.
Sejumlah fasilitas yang ada di dalam kawasan perusahaan tambang nikel tersebut dirusak dan dibakar.
Aparat kepolisian dari Polres Morowali Utara yang turun ke lokasi harus melepaskan tembakan berkali-kali untuk meredam bentrokan.
Dia mengatakan, para pengunjuk rasa ini dihentikan oleh sekuriti yang akhirnya cekcok. Kemudian pada malam hari menerobos masuk ke area perusahaan GNI.
Kericuhan pun tak terhindarkan antara karyawan di dalam dan yang lagi mogok kerja hingga terjadi pembakaran mobil, motor dan mes yang jumlahnya belum diketahui.
Situasi di lokasi PT GNI saat ini dilaporkan mulai kondusif. Ratusan personel Brimob dari Polda Sulteng dikerahkan pada Ahad pagi ke lokasi kejadian.
Seperti diketahui, telah beredar luas di media sosial berupa Vidio bentrok di PT GNI pada Sabtu, 14 Januari 2023.***






