PosRakyat – Item pembangunan saluran di ruas jalan pesisir Pantai Taman Ria Kota Palu, Sulawesi Tengah, dinilai janggal. Pasalnya tulangan besi beton dan ketebalan lantai saluran pada proyek tersebut terindikasi terjadi pengurangan volume.
Pembangunan saluran itu diketahui bagian dari proyek revitalisasi kawasan Pantai Taman Ria Palu yang melekat di Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sulawesi Tengah pada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.

Baca Juga: Belum Satu Bulan di Aspal, Jalan Kebun Sari Kota Palu Dikerja PT Bumi Karsa Sudah Rusak
Proyek revitalisasi kawasan Pantai Taman Ria Palu ini dikerjakan oleh PT Bumi Karsa, dimana perusahaan tersebut juga tengah menggarap proyek rekontruksi jalan lingkar dalam kota Palu 1 dengan bajet Rp 199 miliar.
Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Satker PJN Wilayah II Sulteng, Kiki saat dikonfirmasi media ini terkait keberadaan papan proyek serta dugaan persoalan pada saluran tersebut justeru memili irit bicara.
Ia mengaku saat ini dalam keadaan sakit sehingga belum bisa memberikan penjelasan terkait permasalahan yang dimaksud pada pembanguan saluran itu.
“Untuk papan proyek ada di STA 0 posisinya, di perempatan jalan Diponegoro. Saya tidak punya foto papan proyeknya dan tidak berada di lokasi juga karena sudah hampir seminggu saya sakit,” jelas Kiki via whatsapp belum lama ini.
Sementara, berdasarkan pantauan posrakyat.com di lokasi proyek tersebut tidak ditemukan papan proyek yang dimaksud. Tampak pembangunan saluran pada proyek revitalisasi di kawasan Pantai Taman Ria Kota Palu itu terus digenjot pembangunannya.
Dalam proses pembangunan saluran itu terlihat tulangan saluran di beberapa titik terjadi perbedaan model tulangan besi beton yang digunakan.
Ada dua model besi beton yang digunakan pada tulangan pokok pembangunan saluran itu, yang pertama, tulangan pokok saluran tersebut menggunakan besi ulir ukuran 16 SNI dan tulangan pembagi menggunakan besi polos ukuran 12 SNI.
Kemudian yang kedua, tulangan pokok saluran terlihat menggunakan besi beton polos ukuran 16 SNI, sedangkan tulangan pembagi menggunakan besi beton polos ukuran 12 SNI.
Tak hanya itu, pengecoran lantai saluran juga terlihat tidak ada spasi antara tulangan dengan lantai kerja saluran, sehingga tulangan tersebut tidak terselimuti beton sebagaimana mestinya.
Selanjutnya, lantai saluran saat dilakukan pengukuran kembali terlihat lantai saluran itu kurang dari 10 centimeter. Padahal menurut salah satu tukang, untuk ketebalan lantai saluran itu harusnya 15 centimeter.
“Lantai kerjanya itu kalua tidak salah tebalnya 15 centimeter, dan lantai salurannya itu 10 atau 12 centimeter kalau tidak salah,” kata salah satu pekerja saat ditanya PosRakyat.com di lokasi proyek beberapa waktu lalu.
Kepala Satker PJN Wilayah II Sulteng, Rismono mengucapkan terimakasih atas informasi pekerjaan saluran di Pantai Taman Ria Palu yang diduga bermasalah itu. Ia mengaku akan menindak lanjuti.
“Terima kasih informasinya, segera ditindak lanjuti,” kata Rismono via WhatsApp, Rabu kemarin.
Menanggapi penggunaan besi beton pada saluran itu, salah seorang pemerhati konstruksi di kota Palu, Gunt mengatakan, bahwa besi beton ulir tentunya lebih kuat daripada besi beton polos.
“Jelas penggunaan besi yang berbeda itu sangat mempengaruhi kekuatan beton itu sendiri, besi ulir pasti lebih kuat menahan gaya geser sehingga kuat menahan beban,” terangnya.
Ia menambahkan, kalau sudah mencampur besi seperi itu, tentunya hal ini patut di pertanyakan, karena bisa saja ini merupakan bagian dari permainan oknum untuk mendapatkan untung lebih dari yang seharusnya.
“Pastinya kualitas bangunan saluran itu sudah bermasalah kalau kerjanya seperti itu. Dan bisa jadi ini upaya untuk mendapat untung lebih,” pungkasnya.
Hingga berita ini naik tayang, pihak Satker PJN Wilayah II Sulawesi Tengah belum memberikan penjelasannya terkait dugaan kecurangan pada pembangunan saluran di Pantai Taman Ria Palu tersebut.***
(ZF)









