Baca Juga: Tipidkor Polres Tolitoli Diminta Seriusi Penyelidikan APBDesa Salugan
Baca Juga: Cudy Lepas 12 Ribu Peserta Jalan Santai Sangganipa Fest di Kabupaten Donggala

Warga kota Palu, Dayat menyayangkan kualitas pekerjaan tersebut. Dirinya berharap kepada pihak terkait agar menjaga kualitas mutu pembangunan saluran itu.
“Kami selaku warga kota Palu sangat menyayangkan kualitas pekerjaan saluran itu,” keluhnya.
Klarifikasi Pekerjaan Saluran Jalan Cumi-Cumi Palu
Menanggapi dugaan pelanggaran pada pembangunan saluran tersebut, PPK 2.5 Satker PJN Wilayah II Sulteng, Rizky Ananda menjelaskan, bahwa saluram yang dimaksud itu sudah sesuai spesifikasi teknis.
“Pekerjaan saluran jalan Cumi-Cumi kota Palu terdapat beberapa jenis konstruksi yang dilakukan sesuai desain,” jelas Rizky Ananda kepada posrakyat.com saat pertemuan dengan pihak pelakasana bersama Kepala Satker PJN Wilayah II Sulteng di direksi keet PT Bumi Karsa jalan Cumi-Cumi, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat pada 18 Mei 2024, lalu.
Menurutnya, ada pile kemudian ada juga beton bertulang dimana dimensinya sudah tidak bisa lagi diakomodir dengan menggunakan u-dicth, “jadi harus di cetak langsung,” terangnya.
Penjelasan Rizky Ananda yang akrab disapa Kiki ini sekaligus menjawab pemberitaan sebelumnya di posrakyat.com. Dia menyampaikan pihak direksi mengawal paket A2 ini ada SOP (Standar Operasional Prosedur), dan sudah sesuai spek.
Selanjutnya, menanggapi hal tersebut Site Enginering Manager PT Bumi Karsa, A Arsyad, juga menjelaskan bahwa panjang penanganan saluran yakni 2355 meter, mulai dari perempatan Taman Ria sampai batas pembangunan jembatan jalan Cumi-Cumi kota Palu.
“Karena ini fokus pada saluran, jadi kami ini ada tiga tipe saluran, tapi yang dikerjakan saat ini ada dua, satu saluran struktur, dan satu lagi saluran DS6a. Yang membedakan saluran DS6a dan saluran struktur itu adalah dimensinya,” jelas Arsyad.
Lanjut Arsyad, saluran struktur yang dimaksud tidak untuk saluran tipe DS6. Karena ini fokos pertanyaanya pada dinding, jadi ini ada 6 betang dan ada 8 batang. Dari segi lokasi tadi, dari perempatan Diponegoro sampai di box culver itu menggunakan tipe DS6a. Kemudian dari box culver itu sampai di jalan Rono itu menggunakan saluran struktur.
“Foto yang dikirim ke kami sudah di cek lokasinya, memang jumlah tulangan pembaginya itu 6 batang,” katanya.
Sementara, Taslim, salah satu pihak dari PT Bumi Karsa menambahkan, bahwa khusus untuk saluran ada tiga dimensinya dan besi yang digunakan juga berbeda ukuran.
“Ada saluran struktur besar, dan ada DS6 itu lebih kecil, dan ada tipe DS1 itu lebih kecil lagi, jangan sampai kita salah persepsi nantinya,” terangnya.
Kemudian terkait dengan tahu itu ada proses perakitan besi terlebih dahulu baru diturunkan ke galian saluran kemudian di trap dengan tahu.
“Pada saat memotret itu pekerjaan masi dalam proses,” katanya.
Dalam proses pekerjaan itu lanjut dia, sangat riskan memotret karena masih banyak jenjangnya, masih banyak tahapan yang harus di lewati. Untuk sampai tahap pengecoran itu harus ada izin dari direksi secara tertulis.
“Kita join pemeriksaan besi, kita cek list dulu, ada berita acaranya. Itu kita lakukan kesemua item pekerjaan. Saya disini tidak main-main, saya jaga nama perusahaan. Sy sudah tekan semua pelaksana saya, ada sesuatu yang saya dapat, saya pecat,” tegas Taslim.
“Sy tidak main-main, saya jaga betul yang namanya mutu, namu namanya saja manusia biasa ada saja kelalaian, tapi bukan kesalahan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Satker PJN Wil II Sulteng, Dr. Yudha Sandyutama, ST,. MT, mengatakan akan mengecek langsung sejumlah titik saluran yang diduga bermasalah itu.
“Nanti tunjukan dimana posisi fotonya, kita gali. Nanti kita lakukan finishing,” tutup Kasatker PJN II.
Hingga berita ini naik tayang belum diperoleh informasi perbaikan saluran sebagaimana yang dimaksud.***
(ZF)






