“Saya sangat bangga terhadap Program pemerintah saat ini yang dipimpin PJ bupati Morowali. Terlepas dari jaringan listrik bentuk program pemberdayaan dan bentuk program pelaksanaan pembangunan nampak terlihat perubahannya. PJ bupati bergerak cepat tanggap memerhatikan keberadaan warga hal itu yang kami banggakan dari pemimpin seperti Pj Bupati pak Rachmansyah Ismail,”akunya.
Kemudian di kecamatan bumi Raya, Kepala desa Bahonsuai Mutrafin bersama kepala desa Pebatoa Arman juga memberikan tanggapan yang sama. Keduanya mengatakan pemadaman diwilayah desanya sangat memprihatinkan Bakan membuat warga kesal.
Bayangkan dalam sehari sampai 4 kali terjadi mati lampu. Kebingungan bercampur sinis suda menyatu.
“Kini kami hanya bisa berharap kepada pemberi kebijakan agar segera Mecari solusi sehingga pemadaman yang tidak beraturan dapat teratasi,”pintanya.
Ia mengatakan sebagai kepala desa mengharapkan kepada pemerintah kabupaten atau instansi yang menangani listrik dapat segera memperhatikan pemadaman yang terjadi diwilayahnya.
“Apalagi ini sudah tidak lama lagi memasuki bulan puasa. Yang warga butuhkan normatifnya penerangan bukan stabilnya pemadaman,” pungkas Mutrafin.
Hal senada juga ditegaskan kepala desa Parilangke kecamatan bumi Raya Rastan. Disela kesibukannya bersama warga mendirikan tenda di desa Parilangke mengatakan sebagian desa di kecamatan
bumi Raya listriknya Belum stabil.
“Lebih banyak mati lampunya dari pada hidupnya,” kelakarnya.
Kata dia pemadaman yang brutal dalam satu hari sampai 4 kali terjadi, sebagai kepala desa tentu merasa iba melihat warga bila melaksanakan ibadah bertepatan mati lampu apalagi ini mau masuk bulan ramadhan.
“Kami mengharapkan agar pemkab tidak menutup mata terhadap pemadaman yang sering terjadi,” ujarnya.
Salah seorang tokoh masyarakat yang kebetulan duduk bersama membahas pemadaman lampu menambahkan, kami warga merasa heran dengan pihak PLN sudah beberapa kali warga komplain ke pihak PLN.
Malah hanya dijawab dayanya belum memadai tetapi pemasangan kilometer listrik terus dilakukan, pemasangan sudah barang tentu ini PR buat pemerintah ada apa.
“Kilometer terus digenjot pemasangannya.
Mati lampu pun tidak terbendung,” tandas warga.
Sementara itu sumber lain mengatakan ternyata pemadaman di Bumi Raya dan Wita Ponda mesin pltd PLN yang 10 MW itu mengalami ke rusakan. Namun sudah datang alatnya untuk perbaikannya.
Syukurnya ada mesin 15 Megawatt yang diadakan pemda Morowali pada saat baru masuk Pj Bupati Morowali Rachmansyah Ismail. Dan itulah yang digunakan PLN sekarang karena ada 3 mesin sebelumnya rusak sejak 28 November 2023 lalu.
“Yang mesin bantuan pemda Morowali 15 MW yang diadakan sejak Pj Bupati Rachmansyah masuk memimpin, itulah yang dimaksimalkan PLN, namun belum dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat secara keseluruhan. Mudah-mudahan menjelang Ramadhan listrik di dua kecamatan itu sudah normal kembali dan tidak terjadi lagi pemadaman,”harap sumber.
Pj Bupati Morowali Rachmansyah Ismail membenarkan tidak stabilnya jaringan listrik di kecamatan Bumi Raya dan Wita Ponda, akibat ada kerusakan 3 unit mesin PLTD milik PLN sejak November 2023 lalu.
“Kita harapkan jelang ramadhan tidak ada lagi pemadaman di dua kecamatan itu. Karena sudah tiba katanya alatnya 3 mesin PLTD milik PLN itu,” ucap Pj Bupati Morowali itu.
Ia menegaskan untuk kebutuhan dan kepentingan masyarakat dirinya terus bergerak cepat. ***






