Sekretaris Umum Andi Markama Yusuf, SA.g.M.Th.i, menambahkan, keinginan untuk membangun baitullah di kompleks Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Tadulako ini, murni niat tulus dari seluruh eks penyintas gempa bumi. Meski sebelumnya warga Huntap ini pernah kehilangan sanak keluarga dan harta benda.
Alhamdulillah berkat keimanan dan ketaqwaan, iman kami tak pernah surut. Karena kami belajar dari keteladanan dan ketabahan Nabi Muhammad SAW.
Dimana esensi pembangunan masjid merupakan simbol komunikasi antara seorang hamba dan sang Pencipta. Sedangkan aspek sosialnya adalah sebagai simbol pemersatu umat Islam. Tidak hanya itu, makna yang bisa diambil dari pembangunan mesjid, merupakan sebuah pembelajaran, dimana ketika kita hendak membangun sebuah masyarakat Islami yang kuat, maka perlu dibangun pondasi yang kuat pula.
“Nah, pondasi berupa militansi keagamaan tersebut dapat dilakukan melalui pendirian sebuah masjid sebagai pusat aktivitas spiritual,” tandas Dosen UIN Datokarama Palu.
Makanya kata Andi Markama, kedepan Masjid Jami yang lokasinya tepat dibelakang Kampus Universitas Tadulako ini, tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat berjamaah lima waktu. Tetapi lebih dari itu, masjid ini akan memiliki peran yang strategis dalam proses pendidikan dan pembelajaran bagi anak-anak eks penyintas Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi.
“Olehnya itu mohon doa dan dukungan dari semua pihak, agar Masjid dengan arsitektur modern dan berbagai ornamen lokal, megah, indah, karismatik,akan segera terbangun di Bumi Tadulako,” harapnya.
Penulis : Agus M | Editor: ZF






