Pasangan RUMAH Kembali Mencuat di Pilgub Sulteng 2020

oleh -
oleh

” Jika pasangan RUMAH For Sulteng 2020 kembali disuarakan, maka ini murni keinginan dan harapan kami sebagai bagian dari masyarakat Sulteng, sebab kami meyakini Cudi-Anwar pasangan ideal dan sempurna, ” tutur Hendra optimis.

Tinggal saat ini tambah Hendra, partai-partai politik yang memiliki seat di Parlement harus solid dan menyatu dalam koalisi Sulteng Bangkit. Sekalipun diketahui Anwar Hafid yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng memiliki empat kursi di DPRD Provinsi, namun hal tersebut belumlah bisa menelorkan bakal calon kandidat, karena harus mencapai quota 9 kursi.

” Yah, mau tidak mau harus bangun koalisi partai. Makanya upaya komunikasi politik harus dilakukan. Kami juga akan membangun kekuatan dari luar parlemen agar kedua tokoh ini bisa disandingkan dalam gerbong dan lokomotif yang sama guna menuju Sulteng yang lebih maju, sejahtera dan bermartabat, ” cetusnya.

Sementara ditempat terpisah, Tokoh Masyarakat Parigi Moutong (Parimo) Muksin Mahmud menilai bahwa tipikal sosok pemimpin daerah ini kedepan selayaknya yang berani mengambil sikap, tegas dalam pendirian, mau menerima kritik dan masukan serta yang paling utama dan mendasar adalah sosok yang visioner.

Ia menilai bila pasangan RUMAH ini masuk dalam bursa pencalonan Pilgub mendatang, maka diprediksi pasangan ini, akan berada dalam kepungan turbulensi politik, karena secara langsung akan mengguncang sistem serta kekuatan yang tengah dirancang oleh bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang saat ini telah membangun kaki-kaki politik di 13 Kabupaten/Kota di Sulteng. Sebab gangguan konsolidasi politik itu, akan datang baik dari samping, belakang maupun dari depan. Apalagi diketahui, Bung Cudi dan Anwar Hafid merupakan sosok pemimpin yang fenomenal dan kharismatik, kedua juga memiliki modal magnet elektoral. Bahkan sangat inspiratit, mampu mengayomi, tidak angkuh terhadap rakyat serta miliki karakteristik.

” Saat menjabat Walikota Palu, Bung Cudi selalu menghadirkan alternatif. Sedangkan Anwar Hafid, selain sosok yang lahir dari ” rahim ” birokrasi, Ia juga dinilai antitesa dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Cara dia berpolitik dianggap publik autentik, asli, santun dan muncul apa adanya,” papar Muksin mantan Kepala Desa Tada Timur, kabupaten Parimo.

Muksin juga memprediksi ribuan rakyat Sulteng akan memaksa Rusdi Mastura-Anwar Hafid untuk bersedia maju. Dukungan ini besar kemungkinan akan disampaikan secara bergelombang dan alamiah oleh masyarakat selambat- lambatnya akhir tahun ini.

Sebab bagi sebagian rakyat Sulteng melihat Cudi-Anwar adalah dua sosok pemimpin yang transformatif ditengah gejolak riak politik serta kompleksitas permasalahan di hadapi masyarakat. Keduanya juga dinilai mampu membangun konsolidasi kekuatan politik dengan seluruh elemen masyarakat ketika melihat kepentingan yang lebih luas.

“ Jadi Cudi-Anwar ini harapan baru untuk rakyat Sulteng. Ini bukan tanpa alasan, karena keduanya sudah pernah tampil dan menjadi sosok yang tanggap serta cepat dalam mengatasi persoalan-persoalan di masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Agus Manggona