“Saya berharap, pemilu tahun 2019 ini benar-benar menjadi ajang demokrasi Pancasila yang bermartabat dengan menjunjung tinggi asas pemilu yang langsung, umum, bebas, dan rahasia. Karena dengan itu kita berharap kualitas pemimpin yang terpilih dapat membawa bangsa ini menjadi lebih maju, beradab dan berkeadilan”. Ucapnya
Ditambahkannya, perbedaan pilihan itu hal yang wajar dan sah, bahkan perbedaan pilihan akan berdampak pada kualitas pemilu dan hasil-hasilnya. Bahwa pada akhirnya ada yang menang dan kalah, sejatinya harus dipandang sebagai kemenangan bersama. Karena menurutnya, hakikat pemilu adalah menghasilkan pemimpin bangsa dan arah ke depan.
Attang juga berharap, pasca pemilu ini diperlukan normalisasi hubungan sosial dengan saling memaafkan. Pasalnya, selama masa kampanye terkesan agak panas, maka setelah pemilu semuanya harus segera bahu membahu bersatu agar bangsa dan rakyat negeri ini dapat menikmati hasil pembangunan yg berkeadilan, sejahtera dengan menghidupkan nilai-nilai moral dalam seluruh dimensinya.
“Pasca pemilu mari kembali bergandengan tangan dan bersatu, untuk kepentingan nasional dan rakyat Indonesi” tutupnya.
Penulis : Jum
Editor : Zoel






