Paslon Anwar-Reny Berani Beri Janji kepada Warga Muhammadiyah

oleh -
oleh
Fery, S.Sos., M.Si. Foto: IST

Janji itu diutarakan secara sukarela, meskipun bagi Muhammadiyah, hal itu bukanlah kebutuhan, karena Muhammadiyah selalu menjalankan peran politik kebangsaan, bukan dijanjikan apa dari para kandidat.

Janji Pertama, adalah terkait Tenaga Ahli (TA) Gubernur. Orang Muhammadiyah Sulteng akan dilibatkan sebagai TA Gubernur. Sebuah cita-cita positif, karena selama ini, TA Gubernur hanya diisi oleh tim sukses saja.
Namun Pertanyaannya, orang tersebut siapa dan ahlinya di bidang apa. Memang selama ini, orang Muhammadiyah dikenal dengan intelektualitasnya dan ditempatkan di bidang manapun pasti bisa dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Oleh karena Anwar Hafid tidak merinci, maka hal itu masih menjadi misteri. Bahkan semisteri, apakah benar ketika terpilih nanti, akan ditepati atau hanya sekadar janji saat ini, karena lumrah setiap janji politisi sulit ditunaikan.

Jika melihat komposisi TA Gubernur Sulteng saat ini, terdapat beberapa bidang dan satu kepala sekretariat, diantaranya bidang peningkatan ketahanan pangan, pertanian, perkebunan, hortikultura, peternakan dan sumber daya alam. Kemudian bidang stabilitas ekonomi, peningkatan fiskal dan investasi daerah, lalu bidang percepatan penanggulangan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat, bidang percepatan pembangunan infrastruktur, penanggulangan bencana dan hukum, bidang percepatan peningkatan pelayanan pemerintahan, reformasi birokrasi dan pengembangan sumber daya manusia, bidang komunikasi publik, dan kepala sekretariat. Pertanyaannya, orang Muhammadiyah ditempatkan di bidang mana?.

Janji kedua, akan melibatkan Universitas Muhammadiyah dalam melakukan evaluasi APBD setiap tahun. Saat ini, di Sulteng, terdapat dua Universitas Muhammadiyah yaitu Universitas Muhammadiyah Palu dan Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai. Pertanyaannya, universitas mana yang akan dilibatkan oleh Anwar-Renny nantinya, atau kedua universitas Muhammadiyah tersebut akan dilibatkan?.

Hal itu yang tidak disampaikan secara terinci, sehingga lagi-lagi masih menjadi misteri. Namun demikian, hal itu dinilai sudah merupakan langkah berani dalam mengumbar janji di hadapan warga Muhammadiyah Sulteng.

Janji ketiga, membantu secara maksimal berdirinya Fakultas Kedokteran di Universitas Muhammadiyah Palu. Janji ini dilontarkan oleh Renny Lamadjido untuk memberikan keyakinan bahwa rencana berdirinya fakultas kedokteran yang saat ini segera terwujud, tentu ada peran dia. Bagi sebagian audience, janji tersebut bukan mustahil karena selama ini, Renny juga telah banyak membantu berdirinya Klinik Sitti Fadilah Supari yang sebentar lagi juga dijanjikan untuk menjadi rumah sakit sebagai penunjang fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Palu.

Saat ini, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palu dalam proses finishing, tentu jika Paslon Anwar-Renny terpilih, maka akan semakin mulus berdirinya fakultas tersebut. Bahkan akan dibantu dari sisi lainnya. Kira-kira begitulah isyarat yang diberikan saat dialog tersebut. Namun lagi-lagi, semua itu masih sekadar bentuk keberanian dari Paslon yang diusung oleh PKS, Demokrat, dan PBB ini.
Mungkin janji Paslon Anwar-Renny tersebut, seolah menjawab penyampaian Ketua PWM Amin Parakkasi saat membuka kegiatan, yang juga dipertegas oleh Panelis Prof Khairil, yaitu apa yang bisa diberikan oleh Muhammadiyah kepada mereka.

Walaupun spontan Anwar Hafid menjawab bahwa itu sulit dijawab, karena dia mengharapkan pertanyaan sebaliknya yakni apa yang akan diberikan oleh Paslon Anwar-Renny kepada Muhammadiyah. Tetapi dengan tiga janji berani itu, sepertinya sudah mempertegas jawaban dari pertanyaan tersebut. Apakah jawabannya terbalik, itu tidak penting lagi, tetapi yang penting adalah setelah berani berjanji, apakah nanti setelah terpilih, berani pula menepati janji. Itulah yang dinantikan.

Bagi Muhammadiyah, yang penting adalah Pilkada ini berjalan lancar dan damai, siapapun pemimpin yang terpilih nantinya, wajib memberikan perhatian kepada Masyarakat Sulteng. Di Sulteng menurut klaim Ketua PWM Sulteng, Amin Parakkasi saat ini, paling tidak terdapat sekitar 203.700 pemilih dari Warga perserikatan Muhammadiyah yang terbagi dalam tiga kelompok yaitu Pengurus, Kader, dan Simpatisan.

Jumlah itu sama dengan jumlah penduduk di salah satu kabupaten, sehingga sebagai bagian dari elemen bangsa dan sebagai organisasi yang lebih dulu lahir dari NKRI, maka Muhammadiyah memiliki kewajiban dan tanggungjawab penuh dalam melahirkam pemimpin yang Amanah, Sidiq, Tablik, dan Fathonah. Tentu warga Muhammadiyah Sulteng tetap menantikan Paslon AA-AKA dan Paslon Rusdy-SAH untuk berdialog memperkenalkan Visi Misi Membangun Sulteng berkemajuan.