Selain itu, Kajati juga berharap buka puasa bersama ini dapat menjadi ajang memupuk persaudaraan dan mempererat silaturahmi antar keluarga besar Adhyaksa di wilayah hukum Kejati Sulteng.
Buka puasa bersama kali ini diisi dengan tausiyah ceramah agama oleh Prof. Dr. KH. Zainal Abidin selaku Ketua MUI Kota Palu.
Prof Zainal mengulas dua mazhab yakni Imam Safei’i dan Hambali terkadang berbeda, tapi mereka tetap saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya.
Begitupun di dunia peradilan, terkadang satu pasal tapi berbeda-beda penafsiran.
Ia mencontohkan kalau tukang becak hanya tinggal di rumah tidak keluar mencari secara logikanya tidak akan mendapatkan rezeki. Tapi ada juga orang yang hanya berdiam diri di rumah namun rezeki masuk terus.
“Apalagi dunia sekarang sudah canggih, tidak perlu ketemu uang bisa datang sendiri dengan perangkap teknologi yang tersedia saat ini dalam berbagai bentuk seperti pasar online. Jadi dua pendapat yang berbeda tidak perlu dipertentangkan mari terus jaga hubungan silaturrahim dan hilangkan prasangka buruk,” ujar mantan rektor IAIN Datokarama itu. ***






