Menurutnya, diperkirakan perencanaan pelaksanaan atas proyek infrastruktur SPAM Pasigala tersebut tidak dilakukan secara baik dengan mempertimbangkan secara detil topografi wilayah yang akan dipasang pipa transmisi.
“Anggaran peruntukan jasa konsultan perencana lumayan besar, karena pelaksanaan pembangunan infrastruktur jaringan SPAM itu telah beberapa kali dilakukan revisi desain,” ujarnya.
Eko mengatakan, anggaran Proyek Pembangunan Infrastruktur Jaringan Air pada SPAM PASIGALA sejak 2009 hingga 2015, diperkirakan menelan biaya lebih kurang 500 miliar lebih yang terbagi atas Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) lebih kurang Rp316 miliar
yang dikucurkan melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III), Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Propinsi Sulawesi Tengah dikucurkan secara bertahap melalui Dinas Cipta Karya Propinsi Sulawesi Tengah, diperkirakan sejumlah Rp155 miliar dan sisanya lebih kurang puluhan miliar dari APBD Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi.
“Lebih kurang setengah triliun rupiah anggaran yang terserap di proyek pembangunan SPAM Pasigala tersebut, namun belum dapat dinikmati hasilnya. Padahal, berdasar perjanjian kerjasama pusat dan propinsi, tahun 2016 proyek tersebut telah dapat difungsikan,” tegasnya. ***






