Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa D-8 merupakan blok ekonomi terbesar ketiga di dunia dengan Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan sebesar USD 4,81 triliun pada tahun lalu. Berdasarkan proyeksi PricewaterhouseCoopers (PwC), negara-negara anggota D-8 diperkirakan akan masuk dalam peringkat 25 besar ekonomi dunia pada tahun 2050.
Prabowo juga menyoroti potensi ekonomi biru yang dimiliki D-8. Dengan wilayah yang dikelilingi oleh Samudra Atlantik, Laut Mediterania, Laut Hindia, hingga Samudra Pasifik, negara-negara anggota memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor perikanan. Menurutnya, nilai total perikanan dunia yang mencapai USD 600 miliar menjadi peluang bagi D-8 untuk menjadi blok ekonomi terkuat di dunia.
“Untuk itu, kita harus bersatu. Kita harus bekerja sama untuk mencapai integrasi. Kita harus hidup di atas perbedaan yang ada dan mencari kemaslahatan bagi rakyat kita. Tanpa persatuan, tanpa integrasi, kita akan lemah. Jika kita lemah, kita akan dieksploitasi. Itulah hukum sejarah,” tegas Prabowo.






