PT CPM Putus Kontrak Sepihak, Warga Poboya Ancam Usir Perusahaan dari Tambang

oleh -
oleh
Sejumlah tokoh masyarakat beserta pengurus LPM bersama ratusan karyawan PT AKM menggelar jumpa pers di Kelurahan Lasoani, Senin 3/2/2025. Foto: Ist

Baca Juga: LBH Sulteng Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolda Sulteng, Ini Alasannya

Baca Juga: PWI Sulteng Siap Sukseskan dan Hadiri Hari Pers Nasional 2025 di Banjarmasin

Senada dengan itu, Pengurus LPM Kelurahan Tondo, Rahmat Hidayat, menyatakan bahwa keberadaan PT CPM selama ini tidak memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar. Ia pun mendukung penuh gerakan masyarakat yang menuntut agar PT AKM tetap beroperasi di Poboya.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh pengurus LPM dari beberapa kelurahan lainnya, yakni Abadi Kelurahan Talise (Tonny Hasbi), Talise Walangguni (Asrafil), dan Kawatuna (Asnawir).

Mantan anggota DPRD Kota Palu, Sofyan Aswin, menegaskan bahwa PT CPM tidak lagi bisa dipercaya.

“Awalnya mereka bersikap baik, tetapi setelah kepentingan mereka terpenuhi dan posisi mereka kuat, masyarakat lingkar tambang justru ditinggalkan. Coba lihat, berapa banyak pekerja lokal yang menempati posisi strategis di sana? Tidak ada, semua dari luar,” tegasnya.

Aksi protes ini mencerminkan kekecewaan mendalam warga Poboya terhadap kebijakan PT CPM, sekaligus menjadi peringatan bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika hak-hak mereka terus diabaikan.