

“Alhamdulillah sekarang sudah selesai dan sudah dilakukan PHO. Sebagai rekanan, kami berkomitmen dan menjaga integritas untuk mengerjakan sesuai dengan kontrak yang telah kami sepakati dengan BPJN IV Palu. Ini sesuai dengan harapan dan komitmen kami dalam mengerjakan proyek Preservasi ini,” ujarnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Koridor Tindatana-Taripa-Beteleme, Nasib A. Sera, mengatakan peningkatan kualitas jalan melalui preservasi ini mencakup pemeliharaan rutin jalan, rekonstruksi saluran, pemeliharaan jembatan, dan pelebaran jalan menuju standar.
Ia, mewakili Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, Ir. Satrio Utomo, menjelaskan bahwa pemerintah, melalui Kementerian PUPR, akan terus berupaya dalam peningkatan kualitas jalan dan penyediaan infrastruktur jalan dengan sebaik-baiknya. Untuk saat ini, BPJN XIV Palu memberikan perhatian khusus pada ruas jalan yang baru saja selesai ini.
“Karena jalan nasional ini sangat strategis dan merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan Sulteng dan Sultra dengan melintasi Kabupaten Morowali Utara dan Morowali (Sulteng),” ungkapnya.
Kabupaten Morowali dan Morowali Utara saat ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah. Hal ini dikarenakan adanya kawasan industri pertambangan nikel terbesardi Asia yang dikelola oleh PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Kedua kabupaten tersebut juga merupakan kawasan pengembangan perkebunan industri minyak kelapa sawit terbesar di Sulawesi Tengah. Diharapkan peningkatan kualitas jalan yang dilakukan dapat meningkatkan nilai perekonomian Sulawesi Tengah, dan Morowali.

Penulis : ZF






