Rahmat menduga,penarikan bantuan sapi yang diterimanya itu,mungkin karena selalu menanyakan pengadaan sapi yang disepakati sebelumnya berjumlah 23 ekor namun terealisasi hanya 22 ekor.
“Saya sering tanyakan sama pak Kades Bantuga, kenapa cuma 22 ekor saja yang terealisasi, kan 23 ekor yang dianggarkan termasuk sapi jantan yang tidak diadakan.Sayang bukannya digubris malah saya dikorbankan, “tambahnya.
Selain itu, kata Rahmat, sesuai petunjuk tekhnis (juknis) mulai dari Spek, ukuran sapi yang seharusnya berukuran 100 cm lebih ternyata dilapangan tidak sesuai yang diadakan.
Terkait pungutan, Rahmat menjelaskan bahwa atas usulan Kades Bantuga.
“Pungutan itu, usulan Kades yang melakukan pungutan kepada saya dan penerima lainnya, “ucapnya.
Kepala Desa Bantuga, Amrin Siu, yang berusaha di konfirmasi di kantornya,Jumat (25/10) tidak berada di tempat.
Penulis : Jef
Editor : Marthen






