Pungli ‘Gerogoti’ Penerima Bantuan Sapi di Desa Bantuga

oleh -41 views
Ilustrasi

Rahmat : Pungutan Itu Usulan Pak Kades


Touna, Posrakyat.com – Terungkapnya kasus bantuan 22 ekor sapi untuk warga Desa Bantuga Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una una, yang diduga salah sasaran, ternyata mengungkap pula dugaan praktik penyimpangan lainnya.

Disinyalir, praktik pungutan liar (pungli) menggerogoti penerima bantuan sapi juga Spek diduga kuat menyalahi aturan sesuai Juknisnya.

Proyek yang dianggarkan melalui Dana Desa (DD) sebesar Rp198.000.000,- tahun 2018, penerima harus mengeluarkan kocek Rp50.000.

“Kami dimintai Rp 50.000 tanpa alasan jelas. Padahal setahu kami bantuan ini gratis, “keluh salah satu penerimaan yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Lain halnya dengan Rahmat, salah satu penerima bantuan sapi, selain menyesalkan adanya pungli, sikap Kades juga dinilai arogan.

“Sapi bantuan yang saya dapatkan, malah ditarik kembali oleh sang Kades,” sesal Rahmat, Kamis (24/10) kepada media ini.

Rahmat menduga,penarikan bantuan sapi yang diterimanya itu,mungkin karena selalu menanyakan pengadaan sapi yang disepakati sebelumnya berjumlah 23 ekor namun terealisasi hanya 22 ekor.

“Saya sering tanyakan sama pak Kades Bantuga, kenapa cuma 22 ekor saja yang terealisasi, kan 23 ekor yang dianggarkan termasuk sapi jantan yang tidak diadakan.Sayang bukannya digubris malah saya dikorbankan, “tambahnya.

Selain itu, kata Rahmat, sesuai petunjuk tekhnis (juknis) mulai dari Spek, ukuran sapi yang seharusnya berukuran 100 cm lebih ternyata dilapangan tidak sesuai yang diadakan.

Terkait pungutan, Rahmat menjelaskan bahwa atas usulan Kades Bantuga.

“Pungutan itu, usulan Kades yang melakukan pungutan kepada saya dan penerima lainnya, “ucapnya.

Kepala Desa Bantuga, Amrin Siu, yang berusaha di konfirmasi di kantornya,Jumat (25/10) tidak berada di tempat.

Penulis : Jef

Editor : Marthen

loading...