“Padahal kita mau menghadapi bonus demografi. Kalau generasi mudanya masih seperti ini, kayaknya sulit pak kita mendapat bonus demografi itu,” ucap Rani.
Ganjar sepakat dengan pernyataan anak muda Sulteng itu. Ia dan Mahfud MD menjadikan program SDM unggul sebagai program prioritas.
“Dan satu-satunya cara adalah melalui pendidikan. Nggak ada yang lain. Maka pendidikan ke depan harus merata sampai ke pelosok-pelosok desa,” kata Ganjar.
Lanjut Ganjar, perlu tindakan cepat untuk mewujudkan SDM unggul. Sebab, dengan potensi sumber daya alam yang luar biasa, maka keberadaan SDM unggul menjadi syarat utama.
“Ya seperti yang dikatakan kawan Rahman tadi, banyak perusahaan besar tapi tidak bisa dapat kerja. Kemudian kita protes dengan banyaknya pekerja asing. Kita lupa bertanya, siapkah SDM kita untuk itu? Maka ini menjadi penting,” tegasnya.
Apa yang disampaikan Ganjar tersebut mendapat apresiasi dari anak muda Sulteng. Menurutnya, Ganjar sangat mengerti dan memahami akar persoalan yang terjadi selama ini.
“Saya sendiri bergerak mengajar ke pelosok-pelosok dan melihat betapa pendidikan masih sangat minim. Banyak anak yang tidak sekolah di sini, banyak yang memilih bekerja di Pasar Inpres dan meninggalkan bangku sekolah,” ucap Naya salah satu peserta.
Ia berharap pak Ganjar benar-benar bisa menjadikan SDM Indonesia unggul agar bonus demografi bisa dicapai.***






