Namun pihaknya berharap dengan adanya pasien 01 PDP, masyarakat diminta tidak panik. Ia juga mengimbau agar warga mengurangi keluar rumah, karena untuk memutus mata rantai penyebaran virus.
“Kami harap masyarakat tidak panik, perbanyak tinggal di rumah, karena itu salah satu cara menutuskan mata rantai penyebaran virus, ” pintanya.
Saat ini, semua tenaga medis yang kontak langsung dengan pasien harus menggunakan alat pelindung diri yang standar.
“Semua perawat yang menangani pasien sudah menggunakan alat pelindung diri sesuai dengan standar operasional, ” ucapnya.
Sementara Direktur Rumah Sakit Mokopido Tolitoli, dr. Daniel, mangatakan dari hasil konsultasi dan koordinasi dengan dokter yang ada di rumah sakit, hasil gambaran klinik, gambaran Labioratorium, dan gambaran Radiologi, menunjukan pasein mengalami gejala ke arah pneumonia. Namun penyebabnya belum bisa dipastikan covid-19 atau kuman lain, karena masih menunggu hasil spesimen yang nantinya akan ditindaklanjuti berikutnya.
“Kita masih menunggu hasil laboratorium, apakah hasilnya positif atau negatif,” bebernya.
Lanjut dr. Daniel, dengan prasangkaan, pasien PDP sesuai prosedur harus dirawat di ruang isolasi, sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. “Sesuai prosedur, pasien PDP harus diisolasi alasan di isolasi untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus, ‘ ungkapnya.
Yang perlu dipahami bersama lanjut dr. dr. Daniel pasien PDP belum tentu covid-19, tetapi harus diisolasi untuk mata rantai peneyebaran virus Corona,” tutupnya.
Sumber : JurnalNews.id
Editor : ZF






