Menurut Ramlah, warga yang tergabung dalam gerakan jahit masker itu terbagi beberapa kelompok, relawan ibu-ibu rumah tangga yang memiliki mesin jait di rumah, untuk serempak menjait masker di rumah masing pada tanggal 10-12 April 2020. Ada juga yang bertugas menjemput bantuan dari para dermawan,dan lainya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bergabung dalam gerakan jahit masker.
Untuk sementara kata Ramlah pihaknya telah mengumpulkan dana sejak tanggal 08 April sampai 10 April senilai Rp. 1.000.000 rupiah Dana tersebut di terima melalui rekening pribadi atas nama Ramlah, dan lainya dijemput di rumah para pendonasi.
Selain bantuan uang diberikan, kata Ramlah ada juga yang langsung memberikan berupa kain.”Bila anggaran lebih akan kami alokasikan pada pembuatan APD tim medis covid 19 ,dan juga sembako bagi keluarga pasien serta masyarakat kurang mampu yang terdampak virus covid 19 di wilayah Tojo Una-una.”
Ramlah berharap tidak akan ada lagi kejadian sperti kemarin masyarkat termakan hoaks 3 hari lockdown akhirnya terjadi desakan dibeberapa pusat perbelanjaan di Ampana.
Sekiranya Pemerintah Daerah harus cepat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kerja virus covid-19 dan penanganan serta menyediakan lumbung pangan di setiap desa, agar ketersediaan pangan tetap terjaga dan masyarakat tidak takut kekurangan makanan. [Jefry/ZF]






