Sejak 3 Oktober, Teheran telah menutup sekolah, masjid, toko, restoran, dan institusi publik lainnya. Stasiun televisi pemerintah melaporkan karena kasus dan kematian akibat corona terus mencapai rekor tertinggi, penutupan pun diperpanjang hingga 20 November mendatang.
Para pejabat mengatakan “tindakan dan pembatasan ekstrem” akan diberlakukan setidaknya di 43 daerah di seluruh negeri selama sepekan, di mana tingkat infeksi telah mengkhawatirkan.
Sampai saat ini tercatat 21 dari 31 provinsi di Iran berada dalam status siaga merah virus corona.
Sementara itu, Iran menyalahkan sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat sebagai penghambat upaya untuk mengatasi wabah di negaranya. AS menolak untuk mencabut sanksi yang diberlakukan kembali setelah 2018 ketika Presiden Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran yang diteken pada 2015.
AS membalas dengan menuduh Iran sebagai negara dengan “pemerintahan yang tidak kompeten dan mematikan”.
Hingga saat ini jumlah kasus virus corona di Iran mencapai 581.824 orang, 33.299 kematian, dan 463.611 orang dinyatakan sembuh.**






