Luki juga mengimbau agar pendemo baik buruh dan mahasiswa untuk tetap solid menyampaikan aspirasi, dan tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang mengakibatkan tindakan anarkis.
“Sekali lagi hindari anarkis demi menjaga daerah tetap kondusif,”
“Mari kita menciptakan kedamaian, sebab menjaga daerah khususnya kita di Palu tetap kondusif sebagai upaya mencegah Covid-19,” ungkapnya lagi.
Menurutnya, aksi damai dari beberapa aliansi dan mahasiswa harus tetap menjaga jarak seperti distanting agar tidak benturan.
Setiap orang memang berhak menyampaikan aspirasi, meski RUU Cipta Karya dinilai merugikan pekerja ada beberapa poin dikurangi termasuk pesangon dan kontrak yang tidak punya hukum tetap.
“Tetapi aksi damai ini tetap mengikuti aturan protokoler Covid-19, sehingga daerah kita Palu tetap aman di masa Pandemik ini,” pungkasnya.
Penulis : Tim Pena Sulteng






