Sultan Mehmed Penakluk Benua Eropa

oleh -
oleh
Ilustrasi

“Tapi ada hal-hal yang luar biasa dibalik sukses Sultan Mehmed II, hingga ia mampu melindungi seluruh rakyat di sana, baik Muslim maupun non-Muslim,” ujar Ramli.

Sehari sebelum berjalannya strategi itu, ia memerintahkan semua tentaranya untuk berpuasa pada siang hari dan shalat Tahajud pada malam harinya sebelum berperang untuk meminta kemenangan pada Allah swt. Alhasil, Sultan Mehmed II berhasil membawa kemenangan dengan menaklukkan Konstantinopel dan memimpinnya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Setelah memenangkan peperangan itu, Sultan Mehmed II kemudian diberi gelar Sultan Muhammad Al-Fatih, sang penakluk konstantinopel yang mewujudkan janji Rasulullah SAW.

Setelah ia memimpin Konstantinopel selama 19 tahun, dia berencana menaklukkan Roma, hanya saja, saat ingin melaksanakan cita-citanya, Al-Fatih wafat. Dia menghadap Ilahi pada 3 Mei 1481 karena sakit sewaktu dalam perjalanan jihad menuju pusat Imperium Romawi Barat di Roma, Italia.

“Ada yang mengatakan wafatnya Sultan Muhammad al-Fatih karena diracuni oleh dokter pribadinya Ya’qub Basya. Wallahualam ya,” ucap Ramli lagi.

Sumber : Republika

Editor : Zoel