“Jangan sampai politik menjauhkan kita dari keluarga, meretakkan ikatan persaudaraan, persahabatan, dan persatuan kita semua sebagai anak bangsa. Kita di Palu punya idiom masintuvu kita maroso, morambanga kita marisi. Bersatu kita kuat, bersama-sama kita kokoh. Politik penuh kedamaian,” katanya.
Prinsip persahabatan atau persaudaraan kata Temu, cinta kasih dan kepedulian.
“Persahabatan itu bukan senang lihat orang susah, dan susah lihat orang senang. Ada cinta kasih, ada simpati, empati, dan kepedulian tanpa memandang suku, ras, agama, dan pilihan politik. Dalam konteks era digital, tema-tema inilah yang harus terus kita kampanyekan bersama dengan konten positif, kemanusiaan, dan budaya damai,” tekannya.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polresta Palu, AKP Hesky Supit juga mengajak generasi muda kota Palu menjaga Kamtibmas dan perdamaian.
Hesky mendorong anak-anak muda melakukan kegiatan positif seperti yang digagas Kedai Sirqel.
“Polres akan mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” katanya.
AKP Hesky juga mengingatkan untuk menghindari kegiatan-kegiatan negatif yang merusak dan berdampak pada Kamtibmas.
“Saya ingatkan jauhi Narkoba dan Miras. Perbanyak aktivitas positif seperti ini, dan silakan hubungi Polres jika ada tindak kejahatan yang perlu dilaporkan,” kata Hesky. ***






