Timbunan Urpil Bercampur Akar Kayu, PT AKAS dan BPJN Sulteng Acuh

oleh -
oleh
Timbunan Urpil untuk badan jalan Trans Sulawesi ruas BTS Kota Tolitoli-Silondou tampak bercampur potongan kayu atau urat kayu. Foto: ZF/PosRakyat.com
Terlihat timbunan urugan pilihan bercampur potongan kayu di jalan Trans Sulawesi ruas BTS Kota Toli-Toli – Silondou. Foto: ZF/PosRakyat.com
Material timbunan diambil dari bekas katingan lereng di ruas Silondou – BTS Toli-Toli. Foto: ZF/PosRakyat.com

Tak hanya itu, proyek dengan nama paket Preservasi Jalan BTS Kota Toli-Toli – Silondou (SBSN) juga menggunakan timbunan yang diambil dari bekas pekerjaan katingan lereng. Dan sebagian batu dari bekas katingan itu juga digunakan untuk pembanguan saluran drainase di ruas jalan tersebut.

“Bekas katingan lereng ini juga digunakan untuk menimbun badan jalan. Dan sebagian batunya itu digunakan untuk pembanguan saluran,” kata warga setempat beberapa waktu lalu.

“Satu truck batu dari bekas katingan ini dihargai 250 ribu pak. Sementara kalau di ambil dari sungai di daerah Kayu Lompa di kecamatan Dondo harganya kalau sampai sini itu biasanya 800 ribu,” tutur warga yang sementara mengumpulkan batu dari bekas katingan itu.

Hingga berita ini tayang, pihak PT AKAS beserta Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sulawesi Tengah dan PPK ruas jalan tersebut terkesan acuh.***

(ZF)