Dia menggunakan dua jasa lembaga survei, yakni LSI dan Charta Politika. Tapi, dia belum membocorkan hasilnya secara gamblang.
Menjawab pertanyaan wartawan, ketua Perindo Pasangkayu, Muhammad Yusri Nur menjawab semua masih mungkin terjadi. Termasuk jika dirinya dipaketkan dengan Yaumil.
“Politik itu dinamis, semua bisa terjadi pada last minute (menit terakhir). Karena, keputusan terakhir ada pada DPP, kita di daerah hanya mengusulkan,” jawab Yusri.
Tak lama berselang, utusan mantan bupati Pasangkayu Abdullah Rasyid, Ince Ridwan datang mengambik formulir.
Saat diwawancara oleh wartawan, ia menduga adanya gerakan yang ingin memborong seluruh partai termasuk Perindo. Itu tak lepas untuk menjegal Abdullah Rasyid.
Pun demikian, ia tetap menjalin komunikasi dengan pihak partai agar mendapat rekomendasi.
Karena Abdullah Rasyid selama mengikuti pilkada, kata Ince Ridwan, dia yang bukan pemegang partai selalu mendapatkan rekomendasi partai.
Arham Bustaman






