Yusri Di Pilkada Pasangkayu

oleh -
Muhammad Yusri Nur

Walau begitu, tak berarti tak mendapat sorotan. Justru sebagian kalangan menilai, Yusri hanya memanfaatkan momen untuk mengangkat popularitas pribadi.

Tapi itu, ditepis Yusri. Terbaru, ia menjelakan, keluarga besarnya sudah memberikan dukungan penuh dengan segala konsekuensi.

Di salah satu cafe di kota Pasangkayu, Selasa, 7 Januari 2020, bersama seorang peneliti dari salah satu lembaga survei, kepada media ini kembali mengklarifikasi isu beredar mengenai ketidaksiapan dirinya.

Sebelumnya, ia juga terlihat menjadi narasumber di acara diskusi kepemudaan yang terkait kelanjutan masa depan pembangunan Pasangkayu.

Pada saat bicara, dia menyelipkan visinya soal masa depan daerah ini. Ia juga meyakinkan bahwa ia sangat siap menghadapi pilkada nanti.

Sehari sesudah acara, politisi kawakan yang berperawakan tenang ini turun menemui pendukungnya di beberapa titik untuk menjelaskan soal isu itu.

Melihat perkembangan yang ada, senada dengan penyataan peniliti tesebut, Yusri menilai, loyalis Abdullah Rasyid masih seperti sedia kala, tidak berubah, justru menunjukan tren positif.

Berdasarkan hasil penelitian lembaga survei yang masih enggan dikemukakan namanya ini, menyebutkan kesempatan Abdullah Rasyid-Yusri Nur masih berpeluang dengan berbagai simulasi.

“Sekarang ini, swing voter (pemilih ragu) dan undecided voters (pemilih mengambang) masih potensi untuk dipengaruhi. Sebagai modal awal bagi calon, minimal mempunyai elektabilitas sepuluh persen, sedang lainnya bisa mengikut termasuk popularitas dan finansial sebagai cost (biaya),” kata peneliti itu.

Sebagai sampel, 3.800 suara yang diraih Yusri atau lima persen total jumlah pemilih saat pileg April lalu, merupakan angka cukup lumayan, itu belum bergerak, lanjut peniliti tersebut.

Ia menambahkan, untuk mengukur elektabilitas calon, yakni melihat banyak  intensitas perbincangan dari segi positifnya. Dan pasangan Abdullah Rasyid – Yusri Nur masuk di kategori ini.

Arham Bustaman