Ia menjelaskan, komoditi jagung ibarat dua sisi koin. Jika petani tidak memiliki jaminan pasar dan jumlah produksi yang mampu mensejahterakan mereka, maka komoditi apapun pasti akan merugikan petani. Karena antara harga jual, jumlah produksi tidak mampu menutupi modal dan keringat mereka.
Sementara pada sisi pengusaha, jika harga beli dan jaminan produksi tidak menguntungkan, maka pasti para pengusaha merugi. Karena itu, dibutuhkan jalan tengah sebagai jembatan bagi keduanya antara petani dan pengusaha.
“Tapi sebelum itu semua, kita mulai menanam jagung dulu di kebun kita. Karena ide tanpa aksi sama dengan nol, dan aksi tanpa ide juga sama dengan kosong. Jadi mulai saja dulu,” ungkapnya. ***
Penulis: Bob






