“Terkait peningkatan kasus drastis di DKI Jakarta dan Jawa Tengah, Satgas meminta kepada kepala daerah untuk mengevaluasi implementasi protokol kesehatan dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama secara disiplin,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam siaran YouTube BNPB, dikutip dari detiknews.
Dia mengatakan peningkatan kasus Corona hanya dapat dicegah dengan kedisiplinan tinggi terhadap protokol kesehatan. Satgas dalam hal ini selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Peningkatan kasus hanya dapat dicegah melalui kedisiplinan yang tinggi terhadap protokol kesehatan. Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah di daerah dan satgas di daerah untuk memastikan bahwa kasusnya dapat dikendalikan kembali,” ungkapnya.
Dia menambahkan, PSBB total menjadi kewenangan masing-masing daerah. Namun, lanjutnya, harus dipertimbangkan pula dampaknya terhadap berbagai sektor.
“Keputusan menerapkan kembali PSBB total adalah wewenang masing-masing daerah. Kondisi yang ada menjadi refleksi dan evaluasi dari pimpinan daerah untuk melakukan kebijakan yang paling tepat. Namun tentunya harus memperhatikan dampak yang ditimbulkan di berbagai sektor,” ungkapnya lagi.
Sekadar diketahui, pada hari ini pemerintah memantau kasus suspek sebanyak 71.074 kasus. Sebanyak 58.245 spesimen diperiksa.
Terdapat penambahan kasus meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 118 kasus dengan total kasus meninggal sebanyak 17.199. Kasus Corona telah dilaporkan ditemukan di 507 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia.(**)






