BPK Dukung Pembuatan Warna Alami Tenun Donggala

oleh -
oleh
Benang sutra hasil proses pewarna alami untuk tenun Donggala. Foto: Jamrin AB

PosRakyat.com – Ada banyak sisi menarik proses pembuatan tenun Donggala, selama ini paling sering dilihat adalah pemintalan hingga pengetatan benang dengan balida. Padahal, kalah penting diketahui adalah proses pewarna, namun jarang diperlihatkan ke publik sebagai penentu indahnya hasil tenun.

Perlunya memperkenalkan bagaimana proses pembuat pewarna kain tenun Donggala, maka Balai Pelestarian Kebudayaan Kebudayaan (BPK) Wilayah XVIII Sulawesi Tengah-Sulawesi Barat mendukung pembuatan film dokumenter tentang tekni pewarna. Terutama yang berbasis pewarna alami dari bahan tumbuh-tumbuhan yang sempat ditinggalkan pengrajin.

Baca Juga: Pemkab Donggala Bangun Pengaman Sungai Ganti untuk Cegah Banjir dan Longsor

Baca Juga: Ratusan Warga Poboya Kepung Kantor PT CPM: “Satu Minggu atau Kami Usir dari Palu”

“Kegiatan semacam ini sangat didukungan pihak Balai Pelestarian Kebudayaan karena sebagai bagian pelestarian dan pelindungan serta pengembangan untuk keberlangsungan kerajinan tenun. Apalagi orang yang menekuni pembuatan pewarna tidak banyak, sehingga diharapkan pula agar maestronya bisa menularkan pada pengrajin,” kata Roslan, perwakilan dari BPK 18 saat monitoring kegiatan di Desa Limboro, Sabtu (6/12/2025).

Menurutnya, kegiatan pembuatan film dokumenter teknik pewarna alami tenun Donggala semacam ini merupakan program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) tahun 2025. Pendokumentasian belakangan memang cukup banyak diminati dari beberapa FPK, salah satunya pembuatan pewarna alami tenun. Hal ini cukup menarik karena memperkenalkan dan memanfaatkan bahan alami ketimbang tinggal memakai bahan warna sudah jadi.