“Umat Islam di Indonesia hanyalah korban dari pertarungan geopolitik di Timur Tengah. Kita seharusnya kritis melihat itu. Alkhairaat harus bersikap tegas terhadap Syi’ah yang ditolak oleh Guru Tua sekaligus menjauhkan masyarakat dari klaim-klaim bid’ah yang sering dituduhkan oleh para pengikut Wahhabi terhadap praktik Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Indonesia,” tutur Habib Sadig.
Oleh sebab itu, lanjut dia, Pemkot Kota Palu idealnya bersikap netral dalam menyikapi polemik rencana kedatangan UKB.
“Pemerintah Kota Palu seharusnya berada di tengah dan mendengarkan terlebih dulu aspirasi kedua belak pihak, baik yang menolak maupun yang mendukung. Jangan sampai pemerintah terkesan berpihak kepada salah satu kelompok. Bila ada yang dianggap tidak sesuai dengan haluan pemerintah, sudah sepatutnya pemerintah memberikan arahan tegas,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan oleh sejumlah media lokal, Pemkot Kota Palu tidak memberikan izin rencana pengajian yang menghadirkan UKB berdasarkan permintaan sejumlah ormas yang mengajukan penolakan.***






