BNPB: 34 Orang Meninggal Akibat Gempa di Sulbar, Ini Rinciannya

oleh -
Kantor Gubernur Sulbar runtuh akibat gempa yang terjadi pada Jum'at dini hari. Foto: Istimewa

PosRakyat – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati menuturkan Pusat Pengendali Operasi BNPB mencatat hingga pukul 14.00 WIB, 34 orang dinyatakan meninggal dunia akibat gempa yang terjadi di Sulawesi Barat (Sulbar).

Baca Juga: Misi Kemanusiaan, 48 Personil Satbrimob Polda Sulteng di kirim ke Sulbar

“Dua puluh enam orang meninggal di kabupaten Mamuju, dan delapan orang di kabupaten Majene,” kata Aditya dikutip Pos Rakyat dari InSulteng Jumat, 15 Januari.

Baca Juga: Disuntik Vaksin Covid-19, Kapolda Sulteng: Aman dan Halal

Sementara lanjut Raditya mengatakan, ada sekira 15 ribu orang mengungsi. di 10 titik kabupaten Majene dan 5 titik di kabupaten Mamuju.

Baca Juga: Polda Sulteng Selesaikan 19 Kasus Korupsi dengan Kerugian 12 Milyar

Titik pengungsian di Kabupaten Majene yakni di Desa Kota Tinggi, Desa Limbong, Desa Kayu Angin, Desa Patabean, Desa Diking, Desa Makata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, dan Desa Limbua di Kecamatan Ulumanda, kemudian di Kecamatan Malunda serta Kecamatan Sendana.

Sedangkan titik pengungsian yang berada di Kabupaten Mamuju terdapat di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

“Sampai saat ini jaringan listrik masih padam dan komunikasi jaringan seluler pun belum stabil di dua kabupaten tersebut,” terangnya.

Gempa dengan magnitudo 6,2 terjadi pada Jum’at dini hari sekira pukul 01.28 WIB, enam kilometer Timur Laut Majene, Sulbar dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa terjadi pada koordinat 2,98 lintang selatan dan 118,94 bujur timur.***