Menurut Nasruddin, anggota DPRD Pasangkayu, meskipun sudah dideteksi, namun ini masih mencemaskan, sebab diketahui alat medis dimiliki daerah ini masih seadanya.
Seperti informasi yang ia terima, kapal itu berasal dari Pakistan dan sempat berlabuh di Malaysia. Dan itu masih simpang siur, sebab dikhawatirkan masih ada negara yang terkena wabah corona yang disinggahi.
Dan kapal itu, lanjut Nasruddin, bertambat di pelabuhan Tanjung Bakau sejak kemarin, 23 Maret 2020.
Karena ini bersifat darurat, ia berharap kepada pihak yang kompeten untuk menghentikan sementara aktivitas bongkar muat di Tanjung Bakau.
“Mengingat negara ini dan daerah Pasangkayu khususnya, sedang giat melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, maka baiknya pihak berkompeten menutup sementara,” tuturnya, 24 Maret 2020.
Ab/Er






