Cegah Covid-19, DPRD Pasangkayu Berharap Aktivitas Di Pelabuhan Tanjung Bakau Dihentikan

oleh -
Nasruddin (baju biru), Anggota DPRD Pasangkayu Saat Berkunjung Di Pelabuhan Tanjung Bakau Untuk Memastikan Keberadaan Kapal Kapal Asing

Pasangkayu, Posrakyat.com – Kapal Winner Singapore bernomor lambung : 9440667 yang bersandar di pelabuhan Tanjung Bakau, Desa Ako, kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Selasa, 24 Maret 2020.

Kapal angkutan CPO (crude palm oil) ini terpantau sejak Minggu, 22 Maret 2020 di luar pelabuhan. Kapal tersebut bertolak dari Pakistan dan transit di Malaysia.

Diperkirakan, kapal ini melakukan pemuatan selama dua hari, dan akan bertolak dari pelabuhan Tanjung Bakau menuju India, Rabu 25 Maret 2020.

Menurut penjelasan Inspektur karantina, Waluyo, dari 23 anak buah kapal (ABK) Winner Singapure kebanyakan dari warga Indonesia, dan selebihnya dari China, Korea Selatan, Myanmar dan Singapura.

Waluyo menambahkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesehatan seluruh ABK. Hasil suhu rata-rata 36,3-37,0 derajat celsius, sehingga hasilnya dinyatakan negatif corona.

Selain itu, kondisi kapal tersebut masih memenuhi syarat setelah dilakukan pemeriksaan hygiene sanitasi. Dan dokumen imigrasi juga lengkap.

Meski begitu, informasi yang didapatkan wartawan berbeda dengan pihak DPRD Pasangkayu.

Menurut Nasruddin, anggota DPRD Pasangkayu, meskipun sudah dideteksi, namun ini masih mencemaskan, sebab diketahui alat medis dimiliki daerah ini masih seadanya.

Seperti informasi yang ia terima, kapal itu berasal dari Pakistan dan sempat berlabuh di Malaysia. Dan itu masih simpang siur, sebab dikhawatirkan masih ada negara yang terkena wabah corona yang disinggahi.

Dan kapal itu, lanjut Nasruddin, bertambat di pelabuhan Tanjung Bakau sejak kemarin, 23 Maret 2020.

Karena ini bersifat darurat, ia berharap kepada pihak yang kompeten untuk menghentikan sementara aktivitas bongkar muat di Tanjung Bakau.

“Mengingat negara ini dan daerah Pasangkayu khususnya, sedang giat melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, maka baiknya pihak berkompeten menutup sementara,” tuturnya, 24 Maret 2020.

Ab/Er

loading...