Asbudianto menuturkan, berdasarkan perintah kepala Dinas BMPR Sulteng pihaknya juga akan membangun tanggul pengaman sekira dua ratus meter lebih untuk mengamankan jalan dan lahan pertanian.
“Kami bersama kepala desa Tayawa yang saat ini terkena musibah banjir. Musiba ini akibat luapan dari suangai Tayawa yang tidak hanya merusak jalan tapi juga merusak persawahan,” jelasnya.
“Saat ini jalan darurat sudah kami bangun dan bisa dilalui kendaraan,” tambahnya.

Atas tindakan cepat pihak Dinas BMPR Sulteng tersebut, pemerintah desa Tayawa sangat berterima kasih karena sudah dilakukan perbaikan jalan sehingga saat ini jalan penghubung antara kabupaten Touna dan kabupaten Morut bisa dilalui lagi.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas BMPR Sulteng yang sigap menangani jalan yang sebelumnya rusak akibat banjir berapa hari lalu. Selain itu, kami juga berharap agar pembangunan tanggul pengaman sungai segera dilaksanakan untuk mencegah meluapnya air banjir sungai Tayawa ini,” ucap kepala desa Tayawa, Galib.***
(ZF)






