Menurutnya, kualitas dari pengerjaan saluran itu tampak sangat buruk. Hal ini kata dia juga bisa terjadi akibat lemahnya pengawasan di lapangan.
“Dilihat dari foto saja itu kelihatan dindingnya tipis tidak lebih dari 10 cm. Padahal kalau dilihat pada titik lainya, dinding saluran itu ada yang tebal sekira lebih dari 20 cm. Inikan mengherankan kita, apakah memang desainya sudah seperti itu, atau memang di sengaja?” kata dia.
Baca Juga: Timbunan Urpil Bercampur Akar Kayu, PT AKAS dan BPJN Sulteng Acuh
Baca Juga: Mak Ganjar Ajak Emak – emak di Sulteng Hidup Sehat
Diketahui, pembanguan saluran itu adalah bagian dari proyek preservasi jalan ruas Tumora – DLM. Kota Poso – Tagolu – Tentena – Taripa tahun 2023. Paket tersebut memiliki pagu Rp. 82.683.773. 000,00, dengan harga penawaran senilai Rp. 66.948.880.226.20, dan harga terkoreksi sebesar Rp. 66.948.456.000,00.
Proyek tersebut melekat pada Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah 4 Sulteng dibawah Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tengah Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Tunggal Mandiri Jaya (TMJ).
Sementara, PPK 4.1 Sulteng Job Turang saat dikonfirmasi media ini mengaku akan melakukan perbaikan terkait saluran yang diduga ketebalan dindinya kurang dari yang telah ditentukan.
“Besok saya suruh perbaiki, demikian konfirmasinya,” kata Job Turang kepada media ini, Sabtu, 26 Agustus 2023.***
(ZF)






