Tak lupa, anggota DPRD Sulbar itu, juga akan memberikan ruang kepada pemuda yang memiliki beragam kompetensi dalam membangun daerah.
Ketua Gelora Pasangkayu, Chulafaau Rasyidin, melihat Pasangkayu secara demografis, nantinya lebih membutuhkan sarana dan prasarana.
Menjawab persoalan daerah terkait kepemudaan, ia menyampaikan pemuda harus respon dengan hal-hal baru.
Mantan anggota DPRD Sulbar dua periode, Arman Salimin, menyebutkan gagasan pembangunan daerah mesti dilihat secara mikro bukan makro.
Politisi PAN Pasangkayu itu, juga menyinggung soal bantuan langsung kepada masyarakat yang selama ini hanya disalahgunakan. Padahal, seharusnya bantuan tersebut dapat meningkatkan tarap ekonomi.
Maslim Halimin, lebih mengedepankan sektor pendidikan. Menurut ketua pengurus NU Pasangkayu ini, sarana pendidikan di daerah ini meski ditopang oleh kebijakan pemerintah daerah.
Alasannya, lanjut dia, daerah belum mampu mengoptimalkan lembaga pendidikan untuk bersaing dengan daerah lain.
Ia memberikan konsep kemandirian dunia pendidikan agar lebih mempersiapkan alumni siap kerja.
Sebagai pembicara terakhir, Addas menilai, agar pembangunan daerah lebih maju, maka SDM pemuda perlu diberdayakan, bukan hanya berpatok pada SDA yang pada akhirnya habis tergerus.
Mantan Wakapolres Mamuju, menjelaskan, untuk melahirkan SDM pemuda yang bisa diandalkan, ia mengingatkan agar pemuda terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
Seusai acara, pengurus Fraksi menyatakan, nantinya mereka akan melanjutkan acara diskusi sesi kedua dengan narasumber yang berbeda.
Tak cuma itu, di lain waktu, mereka juga berencana melaksanakan hajatan dialog antar pemuda Pasangkayu dengan tema lain.
Arham Bustaman






