Jejak Langkah Pemilik D’Japos Cafe & Resto Pasangkayu

oleh -
oleh
(Foto : Arham Bustaman)

Sarjana alumni Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Indonesia Makassar angkatan 96 ini, menjelaskan selalu  melayani tamu dengan penuh hati.

Sebab, selain memberikan konsep dan selera rasa yang berbeda, untuk bisa memberikan pelayanan prima, para karyawan ditekankan untuk bersikap sopan dan santun bagi siapapun yang datang.

Namun lebih dari itu, agar sukses dalam menjalankan usaha, ia selalu mengeluarkan zakat, sedekah dan infak sesuai syarat yang ditentukan dalam kaidah agama.

Dia meyakini untuk dapat sukses, selain ikhtiar, zikir atau doa juga menjadi kunci tak terpisahkan.

Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan awal mula ia merintis bisnis warkop.

Pertama, ia mendapatkan kucuran dana ratusan juta rupiah dari salah satu bank untuk membebaskan sebuah bangunan dan kemudian disulap menjadi warkop.

Ia menuturkan sangat tertatih membayar angsuran, tapi syukurnya bisa selesai. Dan sekarang, ia berhasil mengembalikan modal awal.

Karena kegigihannya, usaha warkop miliknya kini bisa menghasilkan laba puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Kepada para karyawan agar bisa betah, selain memberikan upah yang sesuai, ia juga menyediakan tempat tinggal tak bersewa bagi yang berkeluarga.

Sebagai rasa syukur, setahun terakhir sejak empat tahun didirikan, ia rutin melakukan jumat berkah.

Dibantu 12 orang karyawan, ia membagikan sesaji berupa makanan dan minuman kepada kaum dhuafa yang ada utamanya panti asuhan yang ada di Pasangkayu.

 

Penulis : Arham Bustaman