Sebagai langkah antisipasi lanjutnya, BPJN Sulteng telah menyiapkan sejumlah alat berat dan personel di lokasi-lokasi rawan tersebut serta memasang rambu lalu lintas. Selain itu, ada sekitar 1.467 lubang di jalan nasional juga sedang dilakukan perbaikan dan akan ditargetkan rampung pada sebelum Lebaran.
Sementara itu, untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik, BPJN Sulteng juga telah menyiapkan 19 posko Lebaran yang tersebar di seluruh ruas jalan nasional. Posko ini dilengkapi fasilitas istirahat, makanan ringan, toilet, serta tempat ibadah.
Tak hanya itu, pihak BPJN Sulteng juga menyediakan alat berat di setiap posko guna mengantisipasi keadaan darurat yang setiap saat bisa terjadi, seperti bencana alam atau kerusakan jalan. Pemudik dapat menghubungi call center yang tersedia di masing-masing posko jika mengalami kendala di perjalanan.
“Kami juga telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, Balai Transportasi Darat, BPBD, serta stakeholder lainnya untuk memastikan kesiapan jalur mudik di Sulteng,” tambahnya.
Sementara itu, untuk rekayasa lalu lintas, kebijakan akan diserahkan kepada pihak kepolisian. Namun, BPJN Sulteng telah menyiapkan jalur alternatif, seperti jalan desa di kawasan Watuwau, guna mengantisipasi kondisi darurat di titik-titik rawan bencana.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan BPJN Sulteng ini, diharapkan arus mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini di Sulawesi Tengah dapat berjalan lancar dan aman.
(ZF)






