Dalam refleksi akhir tahun, Kristian menyoroti tantangan yang dihadapi pengusaha lokal di Sulteng, khususnya dalam sektor investasi pertambangan. Ia menyayangkan bahwa keuntungan besar dari kekayaan alam di Sulteng lebih banyak dinikmati oleh pengusaha dari luar daerah.
“Pengusaha Sulawesi Tengah tidak mendapatkan apa-apa. Semua keuntungan justru dinikmati oleh pengusaha luar,” ungkapnya.
Kristian berharap peralihan kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah pada 2025 dapat membuka peluang sinergi antara Kadin dan pemerintah provinsi. Hal ini dinilai penting untuk memastikan pengusaha lokal mendapat peran yang lebih signifikan dalam pengelolaan investasi.
“Kita harapkan pemimpin yang mampu menjembatani persoalan ini. Jangan sampai kita hanya menang nama tanpa mendapatkan keuntungan yang layak,” tegasnya.
Harapan untuk Kadin Sulteng
Kristian mengimbau agar anggota Kadin Sulteng tetap solid dan tidak terpengaruh oleh riak-riak dari konflik di pusat. “Saya berharap kita tetap tenang dan mengikuti mekanisme yang ada hingga keputusan final nantinya,” katanya.
Acara silaturahmi ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, pejabat daerah, perwakilan pemerintah, pelaku usaha, serta organisasi masyarakat. Ajang ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi di antara para pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah.






