“Ada perintah dari Pak Edhy untuk agar mobil dipakai Anggia karena Anggia belum punya mobil?” tanya jaksa penuntut umum (JPU) KPK Siswandhono.
“Betul, pakai uang Bapak yang cash, uang yang di saya,” ungkap Amiril.
Amiril diketahui menjadi sespri Edhy sejak 2015 dan bertugas untuk mengelola uang tunai milik Edhy.
“Saya kasih cash kepada Bang Amri, lalu diserahkan kepada Ainul Faqih, lalu Ainul Faqih yang membayarkan mobil tersebut,” kata Amiril.
Diketahui, Amri merupakan salah seorang rekan Edhy Prabowo yang dijadikan direktur di perusahaan logistik pengirim benih lobster (BBL) bernama PT Aero Citra Kargo (ACK), kemudian Ainul Faqih adalah staf pribadi istri Edhy Prabowo yang juga anggota DPR RI Iis Rosita.
“Kalau apartemen untuk Fidya atas perintah Pak Menteri?” tanya jaksa.
“Kalau Fidya dia yang mengajukan kepada saya, dia (Fidya) baru jadi sespri saat itu, lalu dia mengajukan ke padasaya ‘Pak gimana, ya, saya sudah seminggu di sini tinggal di hotel’, dia bilang kalau ada kompensasi dari Bapak (Edhy), saya mau mengajukan kos atau apa, itu pada bulan pertama lalu saya sampaikan kepada Pak Menteri dan Bapak acc permintaannya,” ungkap Amiril.
Amiril lalu mencarikan apartemen terdekat.
“Saya carikan lalu dapat di Menteng Park, apartemen 2 kamar harganya Rp160 juta per tahun,” tambah Amiril.
Amiril lalu membayar apartemen itu dari uang yang dia peroleh dari Amri
“Yang bayar apartemen saya secara cash, uangnya dari Amri. Saya juga lapor kepada Pak Menteri,” ungkap Amiril.
Menurut Amiril, Fidya adalah sespri Edhy yang berstatus non-PNS.
“Fidya itu bawaan Bapak, posisi sama seperti saya, sespri,” kata Amiril.***






