“Ada proyek di Dinkes Morut dinda sangat kuat dugaan KKN, ketika anak dan suaminya ikut mengerjakan kegiatan tersebut kurang lebih Rp 200 Miliar,” ungkapnya lagi.
Secara terpisah, Kadis Kesehatan Morowali Utara, dr Delnan Lauende, berusaha dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Sabtu, 24 Oktober 2020, menanggapi dengan enteng polemik keterlibatan anak dan suaminya diduga ikut terlibat mengerjakan proyek di Dinkes Morut tersebut.
Kadis Delnan mengatakan, bahwa menurut PPK dan Pejabat Pengadaan Caroseri Ambulance tidak ada di Sulteng, dan hanya terdapat di Bogor yaitu PT Delima Jaya.
“Oleh karena untuk paket pengadaan di bawah Rp 200 juta, syaratnya harus perusahaan alamat Morut, dan karenanya Delima Jaya hanya memberi dukungan satu-satunya pada CV Muda Morut tidak pada perusahaan lain, artinya yang menggunakan CV Muda Morut adalah PT Delima Jaya, dan yang mengerjakan adalah PT Delima Jaya di Bogor bukan anak saya,”ungkapnya.
Dia menambahkan, mohon maaf suaminya juga tidak punya perusahaan satupun, dan tidak sedang mengerjakan paket pekerjaan apapun di Pemda Morut.
“Sedangkan perusahaan Dua Putra 88 menurut PPK adalah paket lelang yang dimenangkan oleh Perusahaan tersebut dengan alamat Direktur Mamosalato, dan yang mengerjakan juga bersangkutan bukan suami saya,” pungkasnya.
Penulis : Firman Badjoki






