NCW Mendalami Dugaan Proyek Nepotisme di Dinas Kesehatan Morowali Utara

oleh -
ILUSTRASI PENGADAAN KAROSERI AMBULANCE (IST)

Delnan : Anaknya Satu-satunya Mendapat Dukungan PT Delima Jaya di Bogor

 

Morowali Utara,PosRakyat.Com- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) NCW Sulawesi Tengah menaruh kecurigaan adanya dugaan tindak Nepotisme di Dinas Kesehatan Morowali Utara.

Nepotisme disebut  sebagai perbuatan penyelenggara negara secara melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya, diduga terjadi di Dinkes Morut.

Network For Corruption Watch  alias NCW itu, adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menyoroti proses dan penerapan hukum, dalam upaya pemberantasan pelanggaran hukum, demi terwujudnya Indonesia bersih, bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), mencium adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Dinkes Morut.

“Berdasarkan hasil investigasi kami (NCW) di Morut bahwa ada dugaan Tipikor alias benturan dengan kepentingan di Dinas Kesehatan Morut 2020 ini,” tegas Koordinator Penelusuran Kasus NCW Korwil Sulteng, Adrian, melalui telepon selulernya dan pesan WhatsApp kepada media ini, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Adrian menjelaskan bahwa modusnya adalah anak dan suaminya dari Kepala Dinas Kesehatan Morut, dr Delnan Lauende, yang ikut mengerjakan kegiatan proyek Penunjukan Langsung (PL) di Dinkes Morut.

“Anak dan Suaminya ikut kerjakan kegiatan proyek khususnya kegiatan PL (Penunjukan Langsung) dinda (Wartawan) melalui CV Muda Morut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kemudian perusahaan dua putra 88 itu perusahaan suaminya Kadis Kesehatan Morut, sehingga diduga keras potensi KKN sangat terasa.

“Ada proyek di Dinkes Morut dinda sangat kuat dugaan KKN, ketika anak dan suaminya ikut mengerjakan kegiatan tersebut kurang lebih Rp 200 Miliar,” ungkapnya lagi.

Secara terpisah, Kadis Kesehatan Morowali Utara, dr Delnan Lauende, berusaha dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Sabtu, 24 Oktober 2020, menanggapi dengan enteng polemik keterlibatan anak dan suaminya diduga ikut terlibat mengerjakan proyek di Dinkes Morut tersebut.

Kadis Delnan mengatakan, bahwa menurut PPK dan Pejabat Pengadaan Caroseri Ambulance tidak ada di Sulteng, dan hanya terdapat di Bogor yaitu PT Delima Jaya.

“Oleh karena untuk paket pengadaan di bawah Rp 200 juta, syaratnya harus perusahaan alamat Morut, dan karenanya Delima Jaya hanya memberi dukungan satu-satunya pada CV Muda Morut tidak pada perusahaan lain, artinya yang menggunakan CV Muda Morut adalah PT Delima Jaya, dan yang mengerjakan adalah PT Delima Jaya di Bogor bukan anak saya,”ungkapnya.

Dia menambahkan, mohon maaf suaminya juga tidak punya perusahaan satupun, dan tidak sedang mengerjakan paket pekerjaan apapun di Pemda Morut.

“Sedangkan perusahaan Dua Putra 88 menurut PPK adalah paket lelang yang dimenangkan oleh Perusahaan tersebut dengan alamat Direktur Mamosalato, dan yang mengerjakan juga bersangkutan bukan suami saya,” pungkasnya.

Penulis : Firman Badjoki