“Itu adalah bentuk solidaritas masyarakat Indonesia kepada masyarakat yang terdampak di Palestina, khususnya di Gaza. Kami mendukung pemerintah Indonesia untuk terus melakukan upaya diplomatik agar pengiriman bantuan ini pintunya bisa dibuka seluas-luasnya sehingga warga penyintas di Gaza bisa segera mendapat bantuan,” kata perwakilan IHA, Ali Yusuf.
Sementara itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pun ikut menghimpun dana publik untuk membantu warga Palestina. Dana bantuan yang telah dikumpulkan hingga kini mencapai lebih dari Rp10 miliar, dan akan terus dihimpun hingga memenuhi target Rp20 miliar.
Dana tersebut dihimpun tidak hanya melalui kantor perwakilan BAZNAS yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, tetapi juga dari mitra pengumpulan perorangan di antaranya platform Kitabisa, ayobantu.com, Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, dan sebagainya.
“Menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan bahwa dana publik ini betul-betul bisa kami salurkan ke Gaza. Mengacu pada barang-barang bantuan yang disarankan Kemlu kami akan kirimkan makanan, obat-obatan, hygiene kit, pakaian dingin, dan selimut,” kata Deputi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Imdadun Rahmat.
Rencana pengiriman bantuan kemanusiaan Indonesia ke Gaza masih terus dikoordinasikan terutama oleh Kemlu dan Kementerian Keuangan melalui Lembaga Dana Kerjasama Pembangunan Internasional (LDKPI), Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, serta TNI dan Polri.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan, sedikitnya 8.796 orang tewas, termasuk 3.648 anak-anak, dan luka – luka sejumlah 22.219 orang.
Selain itu, menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), wartawan yang meninggal di Gaza akibat serangan Israel hingga saat ini berjumlah 31 orang.
Selanjutnya, di wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, korban tewas bertambah menjadi lebih dari 120 orang, 1.960 orang terluka, serta 1.590 orang ditahan oleh Israel sampai Rabu (1/11/2023).
Sedangkan, jumlah warga Israel yang tewas mencapai sedikitnya 1538 orang, termasuk 373 tentara dan polisi.
Dilansir dari berbagai sumber, Hamas dan nasionalisme Palestina yang menentang pendudukan Zionis- telah meluncurkan ribuan roket dari Jalur Gaza ke Israel dan melakukan serangan langsung ke beberapa lokasi di Israel sejak Sabtu 7 Oktober 2023.
Diketahui, Gaza yang merupakan wilayah Palestina dan pernah menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman, sebelum diduduki oleh Inggris dari 1918 hingga 1948, dan Mesir dari 1948 hingga 1967.***






