Selanjutnya, kata JK, para pengungsi dapat mendiami hunian sementara yang ada sehingga dapat memulai kehidupan yang mandiri sambil menunggu dibangunnya hunian tetap di lokasi yang sedang disiapkan.
“Setelah masa transisi darurat, diharapkan masyarakat bisa hidup mandiri dan bisa bekerja seperti biasa sambil menunggu hunian tetap,” kata Wapres.
Menteri lainnya yang turut mendampingi Jusuf Kalla adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Kepala BPJS Kesehatan Fahmi Idris, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei.
Berdasarkan data BNPB, sampai saat ini jumlah pengungsi akibat gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulteng mencapai 173.552 orang tersebar di 122 titik dengan rincian 86.088 orang di Kota Palu, 41.256 orang di Kabupaten Sigi, 45.737 orang di Kabupaten Donggala dan 471 orang di Parigi Moutong.
Sementara itu, korban luka sebanyak 4.438 orang, hilang/tertimbun sebanyak 1.373 orang, dan korban yang dipastikan meninggal sebanyak 2.097 orang.
Sumber; JS






