Perbaikan Sungai di Wilayah Kota Palu Dikerjakan PT SMS Disoal, Beton Berlubang dan Retak, BWSS III Palu Bilang Begini

oleh -
oleh
Kondisi bangunan yang terlihat berlubang dan retak. Foto: ZF / PosRakyat.com

Selain itu, penggunaan bekisting yang sudah tidak layak pakai sehingga dapat menyebabkan masalah, seperti kebocoran, penyebaran air dan deformasi beton.

“Semoga pihak pelaksana lebih memperhatikan lagi kualitas pekerjaannya agar bangunan itu bisa dimanfaatkan dengan baik dan bisa bertahan lama. Jangan sampai baru di bangun sudah rusak apalagi sampai ambruk,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu, Dedi Yudha Lesmana kepada media ini beberapa hari lalu menyampaikan akan melakukan perbaikan bangunan yang rusak, dan segera memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mengecek ke lokasi.

“Nanti kami perintahkan untuk mengganti bangunan – bangunan yang tidak sesuai dengan spek itu,” kata Kabalai Dedi.

Ia menambahkan, bahwa proyek yang dikerjakan kontraktor pelaksana asal Jakarta itu hingga saat ini masih dalam masa pelaksanaan.

Sementara itu, Hariadi, PPK Sungai Pantai 1 pada Satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air WS. Palu – Lariang, WS. Parigi – Poso, WS. Kaluku – Karama Provinsi Sulteng, BWSS III Palu, menjelaskan bahwa kualitas bangunan tersebut sudah sesuai mutu. Dan terkait kerusakan itu juga sudah dilakukan perbaikan oleh kontraktor.

“Ada beberapa perbaikan memang yang sudah kami request, utamanya perapihan. Untuk kualitas beton sudah sesuai mutu berdasarkan JMD dan uji sample beton,” jelas Hariadi via whastapp beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, bahwa jika ada temuan pekerjaan yang rusak di lokasi tidak akan dilakukan opname sebagai progres pekerjaan.

“Karena masih tanggung jawab penyedia jasa, makan akan diminta melakukan perbaikan, hingga diterima dan diakui,” tambahnya.***

(ZF)