Baca Juga: Pembentukan Majelis Dzurriyat Guru Tua Sesuai Pesan Dalam Al-Qur’an
Baca Juga: HBA ke 63 Tahun Kejati Sulteng Sampaikan Capaian Kinerja

Di tengah sambutan, cuaca pada saat ini memang kurang bersahabat dan akhirnya hujan pun turun. Namun itu, tidak menyurutkan semangat bupati dan ratusan warga yang hadir menyaksikan.
“Hujan semakin deras, itu tandanya keberkahan pondok ini semakin banyak. Saya pun semangat dan antusias karena sambutan masyarakat sekitar. Nantinya, ini akan menjadi berkah bagi Padungnyo dan kecamatan Nambo,” tambah dia.
Hadirnya pondok Padungnyo, ke depan diaharapkan tak hanya menggerakkan pendidikan, tapi juga sebagai investasi bagi desa hingaa daerah.
Sebagai bupati, pihaknya akan memperbaiki akses jalan menuju lokasi tersebut sekira dua kilometer dari jalan poros. Selain itu, dia juga akan membantu air bersih.
“Saya akan bangun jalan minimal lebar enam meter. Juga kami bantu air bersih dengan sumur bor. Secara pribadi, sore ini saya akan menyumbang seribu sak semen. Ini harus cepat jadi (dibangun). Kalau sudah berdiri, saya akan berikan lagi bangunan,” janji Amiruddin disambut riang ratusan warga dan para alumni pondok Ngata Baru yang sempat hadir.
Pimpinan Pondok Modern Al Istiqamah, KH. Muhammad Arif Siraj pun tak mampu menahan keharuan. Dia menyebut, ini momen berharga dan bersejarah.
“Inilah cabang pertama pondok kita dengan segala likunya tepat pada 30 tahun usianya. Terima kasih Bapak bupati dan Ibu kepala desa serta warga diberikan kesehatan dan kekuatan lahir dan batin oleh Allah SWT,” sebut Arif Siraj.
Tak lupa, secara khusus mengucapkan terima kasih kepada M. Teding dan keluarga yang telah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan pesantren.
Dia menjelaskan, Pondok Modern Al Istiqamah merupakan salah satu pesantren berstatus muadalah (kurikulum tersendiri berupa dirasah islamiyah) yang diberikan oleh pemerintah untuk mengatur sendiri.***
(Arham Bustaman)






