“Kami minta uang tersebut segera dibagikan lah. Uangnya sudah ada, Mengapa disimpan? Atau sudah habis, Masyarakat tidak bodoh sekarang,” tegas Sumber.
Sementara itu, awak media mencoba mengkonfirmasi ke pihak Pemerintah Desa Makmur, yakni Kepala Desa Makmur, Sabrin, Bendahara Desa, Tati, dan Sekretaris Desa, Lintin Markus, via telepon seluler pesan WhatsApp.
Namun, Kades Sabrin, dan Bendahara Desa Tati tidak merespon baik. Sedangkan Sekdes Lintin Markus menanggapi terkait polemik penggunaan dana desa tersebut.
Lintin Markus membenarkan bahwa dari sebanyak 225 penerima BLT Desa Makmur, tetapi 103 diantaranya belum menerimanya.
“Memang betul demikan belum terealisasi sampai sekarang, dan lebih jelasnya hubungi kembali Pak Desa Sabrin,” ungkap Lintin saat di telepon via WhatsApp media ini.
Sekdes Makmur itu disinggung terkait isu- isu miring penggunaan dana desa itu telah dialihkan ke pekerjaan fisik yang mangkrak dari anggaran 2019 sesuai dengan surat pernyataan Kades Makmur yang beredar itu.
Namun Sekdes enggan menjelaskan secara detail terkait hal tersebut.
“Kalau wartawan sudah dapat informasi dengan fotonya seperti itu berarti sudah jelas, apanya lagi mau dijelaskan kalau sudah sesuai faktanya di lapangan,” singkatnya sambil menutup pembicaraan.
Penulis
Firman Badjoki






